Kembali ke desa

30 Des 2024

Satu berkah pandemi ialah terbentuknya pola kerja dari rumah dengan baik.

Bahkan ketika kantor mengumumkan untuk return to office kala itu, sungguh membuat shock dan kikuk untuk meninggalkan kebiasaan yang telah terbentuk selama 3 tahun sejak awal pandemi.

Tidak ada yang menduga pandemi mengubah cara orang bekerja.

Pun, aku tak mengira bahwa akan selama itu kami WFH. Jika tahu, mungkin waktu itu akan menunda untuk membeli rumah dan memilih untuk sewa saja. Sebab selama masa PPKM, aku habiskan 2 tahun di Magelang dan Jogja, membawa serta istri dan anak-anak.

Saat liburan akhir tahun ini aku mengingat-ingat kembali,

Aku pernah berkeinginan untuk bekerja secara remote dan tinggal di desa. Juga bermimpi membangun hub.

Kenalanku kala itu banyak yang bekerja secara demikian, baik sebagai freelancer atau fulltime remote worker. Itu menjadi iming-iming menggiuarkan bagiku sebagai mahasiswa semester 5 melihat kakak tingkat yang seperti itu.

Kini, aku kembali menjadi remote worker. Yaa, masih ada lah keinginan untuk menjadi digital nomad. Tapi nampaknya akan sulit mengingat anak-anak sudah sekolah.

Selepas tahun ini aku tidak ada ikatan untuk stay di Metro-polutan itu. Rumah yang kami beli awal pandemi pun alhamdulillah telah terbayar lunas. Kapan pun ingin kembali ke desa nampaknya tak masalah.

Atau, bergabung menjadi diaspora sebagaimana kawan-kawan yang nampak bahagia di negeri nan jauh di sana? Kalau yang ini tentu tak semudah kembali ke desa.

Beberapa bulan terakhir istriku sering membujuk untuk kembali ke Jogja atau Magelang. Menikmati slow-living dengan kualitas oksigen yang terbaik.

Baiklah, mari kita lihat apa yang akan terjadi di 2025.

Selamat berlibur!

Kalau tertarik, sila tulis surel agar tulisan terbaru bisa aku kirim langsung ke inbox-mu.


© 2009 - 2025 Arif
Borobudur, Indonesia