Melankolia

18 Nov 2011

Baris-baris script masih terdampar di layar 17 inci.

Hari mulai gelap saat burung-burung kembali ke sarang mereka. Aku beranjak dari meja kerjaku. Menyalakan lampu teras yang baru kemarin sore aku ganti. Sebab, nyalanya sudah tidak terang lagi.

Kursi  bambu yang usang menjadi tempat bersandar tubuhku setelah lelah seharian. Langit merah tembaga menjadi pemandangan yang  relevan dengan suasana hati. Burung-burung Gereja sudah kembali ke sarang. Hanya ada beberapa yang masih berterbangan di langit senja ini.

Ponsel sengaja kumatikan seharian ini. Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku tanpa ada gangguan. Hah, namun tetap saja tidak selesai hari ini. Beberapa kali ada sesuatu dalam kepalaku yang menggeliat — seperti cacing kepanasan — membuatku muak.

Nikmatilah saja kegundahan ini Segala denyutnya yang merobek sepi

— Efek Rumah Kaca

Hari telah benar-benar gelap. Suara Adzan berkumandang.

Kalau tertarik, sila tulis surel agar tulisan terbaru bisa aku kirim langsung ke inbox-mu.


© 2009 - 2025 Arif
Borobudur, Indonesia