Pillow talk

23 Jul 2023
Pillow talk

Anak pertama saya usia 3,5 tahun, Laire, mulai menanyakan hal-hal yang kian butuh putar otak untuk menjawabnya. Pertanyaan pillow talk malam ini bukan yang tersulit, tapi begini…

Ibu, kenapa orang meninggal?” Laire bertanya kepada ibunya.

Tapi karena sedang menidurkan Jangkah, akhirnya dilemparlah pertanyaan itu padaku.

Saya menduga pertanyaan itu muncul sebab sudah beberapa kali Laire melihat ambulan lewat depan rumah atau mendengar kabar orang meninggal akan disholatkan, via Toa masjid.

Kebetulan jarak rumah dengan masjid tidak begitu jauh. Dan ketika ada ambulan lewat depan rumah, dia menanyakan siapa yang dibawanya.

Lantas saya jelaskan. “Orang yang meninggal itu karena menang sudah waktunya, Mbak.” Tak puas dengan jawaban singkat, lantas membalas “Kenapa kok orang meninggal ditinggal di masjid?

Menurutnya, orang meninggal itu ya meninggalkan secara harfiah. Jadi ketika yang Laire pahami adalah orang meninggal di masjid, berarti orang itu pergi dan meninggalkan (rumah) untuk pergi ke masjid.

Pertanyaan berlanjut, “Kenapa orang orang meninggal disholati?” Saya jawab, “Karena orang itu sudah tidak bisa bernafas dan bergerak, jadinya disholati oleh orang lain.

Dengan sedikit gerutu Laire bilang, “Huh, aku ga mau meninggal. Aku ga mau disholati. Aku kan udah bisa sholat sendiri!

Yap. Ini sering terjadi kok. Ketika Laire bertanya, saya jawab, lalu pertanyaan susulannya bisa tak terprediksi. Maksudnya, dia mengira disholati itu adalah dibantu sholat. Entah dipegangi, rangkul, dsb.

Terlebih saat ini dia masih sering kesulitan menerapkan kata depan me-, ber-, atau akhiran -i, -kan, dsb. Sehingga kadang-kadang bapaknya juga salah mengartikan maksud si anak.

Lalu dia melanjutkan, “Emang orang meninggal itu dikubur po?” Saya jawab, “Iya semua orang akan meninggal dan beberapa diantaranya ada yang dikubur.”

Nanti kulitnya kena tanah dong?
Iya dong, nanti lama-lama tinggal sisa tulangnya.

Pertanyaan berantai pun muncul siang tadi dengan tema “menstruasi”. Emaknya sampai bingung jawab gimana.

Kalau tertarik, sila tulis surel agar tulisan terbaru bisa aku kirim langsung ke inbox-mu.


© 2009 - 2025 Arif
Borobudur, Indonesia