Ruang liminal

9 Sep 2024
Ruang liminal

Bulan ini saya memulai episode baru dengan prosesi lawas.

Saya kembali sebagai job hunter. Mempersiapkan portfolio, interview dan hal terkait lainnya.

Sejujurnya dengan adanya layoff ByteDance beberapa waktu lalu saya bersyukur. Ya memang, secara income saya tidak tahu bakal bertahan berapa lama untuk kembali stabil.

Keadaan ini memaksa untuk step back, kontemplasi, dan menyusun strategi ke depan.

Maka benarlah bahwa ada untung pada setiap kejadian.

"Untung saja..." begitu kira-kira.

Untungnya, saya jadi punya waktu untuk antar-jemput sekolah anak, berkemah, juga menyiapkan pendakian 'second mountain'.

Perubahan yang terjadi belakangan cukup menggelitik sisi melankolisku.

Bahwa perubahan lingkungan memaksa untuk berperilaku pura-pura, bahwa keputusan-keputusan kerap berazazkan lingkup sirkel. Dan itulah sebuah keniscayaan yang belakangan menjadi trend.

Saya mendapati ruang liminal sebagai tempat di antara tantangan dan solusi. Ruang ini sering ditandai dengan rasa tidak nyaman, di mana semua jawaban belum jelas dan setiap langkah ke depan diwarnai ketidakpastian.

Beberapa hal yang kutelaah sejauh ini:

Memperluas perspektif
Di ruang liminal, saya dipaksa keluar dari rutinitas dan pola pikir yang sudah terbentuk. Ketidakpastian memaksaku untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, membuka peluang untuk solusi yang lebih inovatif.

Pemikiran yang lebih mendalam
Karena saya tidak berada di bawah tekanan untuk segera menemukan solusi, ruang liminal memberikan waktu untuk merenungkan dan mengevaluasi keputusan. Ini bisa meningkatkan kualitas hasil akhir dengan mempertimbangkan semua aspek secara lebih mendalam.

Penerimaan terhadap kegagalan
Bagiku kegagalan adalah bagian dari proses kreatif. Di sini, saya belajar untuk melihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan memperbaiki, bukan sebagai akhir dari perjalanan.

Saya jadi ingat Albert Einstein pernah bilang, "In the middle of difficulty lies opportunity."

Kalau tertarik, sila tulis surel agar tulisan terbaru bisa aku kirim langsung ke inbox-mu.


© 2009 - 2025 Arif
Borobudur, Indonesia